Kabar gembira datang di tengah peringatan Bulan Gus Dur. Tepatnya menjelang haul wafatnya Abdurrahman Wahid, 30 Desember 2009 ini. Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, (18/12/2019) mendapatkan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Upacara penyematan gelar yang dilakukan di Gedung Dr. Amin Abdullah UIN SuKa ini dihadiri oleh Prof. Mahmud MD, Husein Mohamad, Chofifah Indra Parawangsa, dan banyak tokoh dan undangan.

Dalam pidatonya, Ibu Sinta Nuriyah, membawakan  “Inklusi dalam Solidaritas Kemanusiaan”. Pidatonya berisi keterlibatan Ibu Sinta Nuriyah dalam isu-isu kemanusiaan sudah dimulai sejak tahun 1998. “Peristiwa tragedi Mei 1998, yang begitu mengoyak nurani kemanusiaan, telah menyadarkan saya tentang betapa pentingnya kerukunan kasih sayang di antara sesama anak bangsa Indonesia,” jelas istri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid ini.

Ibu Sinta Nuriyah, bukan saja erat dengan dunia pesantren. Dunia akademik dan pendidikan tinggi bukanlah hal baru bagi. Gelar sarjana ia peroleh dari UIN Suka Yogyakarta pada 1971 di Fakultas Syariah. Sementara gelar master humaniora diperoleh dari Universitas Indonesia.

Gelar kehormatan lainnya pernah diterima pada 2017 dari New York Times sebagai 11 Massif Powerful Women Around The World. Di tahu 2018, Sinta Nuriyah Wahid, masuk majalah Time sebagai 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia.

Aksi nyata sosial keagamaan rutin beliau ikuti. Sejak tahun 2000 sahur bersama terus digelar dalam rangka menjalin hubungan kasih sayang dengan beragam masyarakat lapisan bawah. Perjuangannya berkeliling dan bersilaturahmi meneruskan tradisi Gus Dur kerap dilakukan.

Di tengah keterbatasan fisik, Ibu Sinta Nuriyah tetap menebarkan senyum dan semangat serta kasih sayang sebagai suluh perdamaian dan persatuan di tengah kebhinekaan Indonesia. Selamat Ibu Sinta Nuriyah, terus menginspirasi dan sehat selalu.