Rembug Budaya, yang digelar dalam Masjid Jami Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan, (28/12/2019) akhirnya menghasilkan 10 rekomendasi penting yang akan dibawa ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Alissa Wahid mengatakan, Rembug Budaya yang digelar dalam rangkaian Haul Gus Dur Ke-10 tersebut diadakan untuk merespons isu-isu aktual kebudayaan yang tengah ramai di Indonesia.

Rembug Budaya yang dibuka oleh Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid ini, dihadiri Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Kapolda Metro Jaya Gatot Eddy Pramono, sastrawan Agus Noor, aktivis buruh Wahyu Susilo, Nasirun (pelukis), Butet Kartaredjasa, putri sulung Gus Dur Alissa Wahid, hingga stand-up comedian Ernest Prakasa.

Berikut 10 hasil rekomendasi Rembug Budaya yang akan diserahkan ke Kemendikbud:

1. Kebudayaan harus melestarikan kemanusiaan dengan menangkap pergumulan kemanusiaan, khususnya pengalaman hidup kelompok-kelompok rentan/lemah seperti perempuan.

2.Gerakan dan kebijakan kebudayaan harus membangun ekosistem kebudayaan yang partisipatoris, sehingga pengembangan kebudayaan tidak bertumpu pada elitisme kebudayaan.

 3.Negara dan masyarakat harus mengedepankan pendekatan kebudayaan sebagai bentuk pengelolaan keberagaman dan instrumen resolusi konflik.

4. Negara harus menjadi fasilitator dalam tata kelola kebudayaan, dengan menjadikan kebudayaan sebagai kata kerja, sumber pengetahuan, dan peran vital dalam membangun peradaban yang lebih manusiawi.

5. Paradigma pembangunan harus berdasarkan strategi kebudayaan nasional, dan dijabarkan dalam kebijakan dan strategi anggaran, serta diimplementasikan secara komprehensif sampai ke pemerintah daerah.

6. Negara harus memberikan jaminan perlindungan berekspresi dan dukungan sumber daya untuk gerakan kebudayaan dalam bentuk akses, fasilitas, dan ruang.

7. Negara dan masyarakat perlu membangun model praktik keberagamaan yang kontekstual dengan konstruksi budaya Indonesia. Agama dan budaya tidak saling mengalahkan, bukan dikotomi yang kontradiktif, tetapi dialektis, keduanya saling belajar dan mengambil. Beragama yang berkebudayaan berarti praktik beragama yang membawa manfaat dan maslahat termasuk untuk alam.

8. Sistem pendidikan harus mengembangkan potensi kemanusiaan agar tidak dikendalikan oleh teknologi, tetapi menguasainya melalui khazanah pengetahuan dan budaya.

9. Kebudayaan perlu dioptimalkan sebagai cara menumbuhkan daya kritis terhadap kekuasaan, untuk mengikis pragmatisme dan apatisme politik.

10. Negara perlu meninggalkan model ekonomi ekstraktif yang mengorbankan keberlanjutan ekologi dan mulai menggali potensi ekonomi yang berbasis pengetahuan tradisional dan kearifan lokal.