September lalu warganet heboh. Sebabnya adalah tas hitam yang dibawa Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) dalam kunjungan Jokowi ke kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan (7/9). Ada yang berspekulasi itu berisi uang.

Ini tentu isu yang sensitif. Sebab bisa dikaitkan dengan sikap politik keluarga Gus Dur. Apalagi beberapa minggu kemudian tepatnya Rabu (26/9), Yenny Wahid menyatakan siap all out untuk menggalang dukungan pencinta Gus Dur. Tujuannya untuk memenangkan Jokowi.

Dalam acara E-Talkshow di TV One pada Jumat (26/10) Yenny mengklarifikasi hal itu. Ia mengaku keluarganya tak menerima imbalan apa pun dari Jokowi. Dugaannya, isi tas itu bukan uang. Melainkan kebutuhan pribadi Presiden.

“Saya menduga itu senjata atau yang berhubungan dengan kebutuhan presiden,” jawab Yenny, menjawab pertanyaan host acara tersebut.

Entah awalnya gurauan atau tuduhan serius. Tapi isu tas hitam itu memang sempat menghangat. Mendekati muslim Pemilu segala sesuatu bisa dipersepsikan ke arah sana. Celakanya, komentar liar bisa mengaitkannya dengan hal-hal yang sumir.

“Aduh, orang yang mikir kaya gitu pikirannya hanya uang saja, kalau kita enggak biasa begitu,” lanjut Yenny.

Pada 29 September lalu Yenny Wahid mendeklarasikan dukungannya terhadap Jokowi. Sikap tersebut mengakhiri kasak-kusuk tentang siapa yang akan didukung keluarga Gus Dur. Akan merapat ke Prabowo-Sandi atau Jokowi-Ma’ruf.

Penyataan sikap itu juga menandakan bahwa NU satu suara. Baik pihak PKB maupun keluarga Gus Dur sama-sama mengarahkan dukungannya ke Jokowi. Sebelumnya sempat berembus kabar bahwa keluarga Gus Dur merapat ke Prabowo-Sandi. Yang artinya suara NU lagi-lagi terbelah.

Tas Hitam Para Presiden

Ajudan presiden mana pun memang sering terlihat membawa tas rahasia seperti itu. Bisa dikatakan itu adalah prototype mereka. Publik pun sering berspekulasi tentangnya.

Presiden Amerika Serikat mungkin salah satu yang paling menyita sorotan. Disebutkan bahwa tas hitam milik Presiden AS itu bisa memicu kiamat.

Mengutip businessinsider.co.id tas hitam itu disebut ‘football’. Isinya adalah dokumen pertahanan (termasuk rencana perang) setebal 75 halaman, 10 halaman instrukti siaran nasional, lokasi persembunyian presiden dalam situasi darurat, dan kode aktivasi senjata nuklir.

Sepanjang sejarah AS baru Presiden Harry S. Truman yang menggunakan tas hitam itu. Hasilnya adalah dijatuhkannya bom atom ke kota Hiroshima dan Nagasaki. Akibat buruknya dirasakan oleh semua negara di dunia, terutama Jepang.

**Setiap artikel/opini yang dimuat di NU Pinggiran menjadi tanggung jawab penulisnya. NU Pinggiran hanya kanal informasi dari setiap kontributor.