Ingin Hidup Berkah dan Beruntung Ikuti Pesan dan Amalan dari Kiai Bangsa Ini

Jumat malam (20/09/2019), tepatnya bakda Isya digelar acara Tahlil Akbar dan doa peringatan haul 40 hari wafatnya guru kita syaikhuna KH. Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Wali di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Salatiga.

Acara ini dihadiri Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah, dan Gus Idror Zubair. Keduanya adalah anak-anak dari ulama terkenal dari Rembang, Jawa Tengah, Mbah Moen. Hadir juga di tengah acara haul dari pengasuh pondok pesantren di sekitar Salatiga, para alim ulama, kalangan santri, dan masyarakat Salatiga.

Dalam kesempatan yang dipenuhi warga Salatiga itu, Gus Yasin kembali mengingatkan bahwa Mbah Moen adalah ulama Nahdlatul Ulama yang tidak membeda-bedakan kelompok. Beliau mencintai perbedaan dan seorang negarawan sejati.

Bergantian para ulama mengungkapkan rasa kehilangan pada Kiai Bangsa ini. Lantunan doa dan kerinduan kepada Mbah Moen, pengasuh Pondok Al-Anwar tak putus diutarakan bergantian. Rangkaian acara haul ini berlangsung sejak pagi dengan semaan Al Quran 30 Juz hingga pukul lima sore di Ponpes Wali.

Sementara itu Gus Idror, dalam tausiahnya,  mengisahkan bahwa Mbah Moen selalu berpesan untuk menjaga Kebhinekaan.

“Bahwa mbah selalu katakan kepada kami. Agar merawat kebhinekaan. Merawat persatuan bangsa. Mari kita jaga perdamain menjalin persatuan untuk kebersamaan kita. Jangan smpai perbedaan itu menjadi penghalang,” ajak Gus Idror.

Peringatan haul Mbah Moen ini bernuansa berbeda, karena dilanjutkan dengan peluncuran buku Pesan Cinta dari Mbah Moen. Buku yang diterbitkan oleh Rene Islam ini berisi kisah-kisah inspiratif seputar Mbah Moen, pesan-pesan penting kehidupan dan doa-doa yang pernah disampaikan wali Allah ini.

Menurut Luqman Hakim Arifin, mewakili Pondok Pesantren Wali dan penerbit buku Rene Islam, “Banyak orang ingin menjadi manusia beruntung, sukses, dan bahagia dunia-akhirat, tidak merugi, dan bermanfaat untuk orang banyak, namun belum tahu langkahnya.”

Buku Pesan Cinta Dari Mbah Moen ini bisa menjadi salah satu rujukan bagi kita semua. Buku ini adalah kumpulan nasihat bijak di dalam buku ini sangat layak dijadikan sebagai bahan refleksi, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mbah Moen merupakan tokoh yang sangat penting tidak saja bagi Nahdlatul Ulama (NU), tapi Indonesia. Beliau juga sosok ulama sekaligus negarawan yang menjadi panutan umat dan pemersatu bangsa.

Salah satu pesan dalam buku Pesan Cinta Mbah Moen adalah “Syukuri apa yang kamu miliki. Jangan iri dengan yang orang lain miliki. Maka, Allah swt. akan memberi apa yang belum kamu miliki.”


buku pesan cinta mbah moen