Sejumlah pihak semakin yakin dengan besarnya peluang Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019 mendatang. Terlebih Yenny Wahid dan 9 organisasi konsorsium kader Gus Dur menyatakan dukungannya untuk mereka.

Bisa dikatakan merapatnya Yenny ke Jokowi-Ma’ruf sebagai antiklimaks. Sebab sebelumnya, Prabowo-Sandi tampak optimis putri Gus Dur itu akan merapat ke pihaknya.

Situasi mungkin berbeda jika Yenny mengarahkan dukungannya kepada Prabowo-Sandi. Yang artinya, ia akan berhadapan kembali dengan seteru lamanya di PKB, yaitu Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Menarik dicermati. Baik Cak Imin maupun Yenny memiliki basis massa yang identik. Sama-sama berlatar NU dan sama-sama mengaku sebagai penerus Gus Dur. Sebelum terjadi konflik, keduanya sama-sama berkiprah di PKB.

Tetapi, sejak pecah pada 2008 lalu, jumlah suara yang didapatkan partai tersebut menurun drastis. Penurunan jumlah suara itu bahkan lebih besar dibandingkan jumlah suara yang berhasil dipertahankan.

Baca juga:
Generasi Milenial Gus Dur Yakin Yenny Wahid Mampu Menyejukkan Pesta Demokrasi 2019
Generasi Millenial Gus Durian Ikuti Pilihan Yenny Wahid

Pada Pemilu 2004, suara PKB meraup 11.989.564 suara. Sementara pada Pemilu 2009 hanya 5.146.122 suara. Artinya, suara yang tak bisa mereka selamatkan mencapai 6.843.442.

Itu menunjukkan penurunan suara PKB pada Pemilu 2009 sangat dipengaruhi oleh figur Gus Dur. Mayoritas simpatisan Gus Dur beralih ke partai lain, sebab terpengaruh oleh keputusannya yang tak lagi berkampanye untuk PKB.

Jika Yenny Wahid mengarahkan dukungannya ke Prabowo-Sandi, percaturan politik setahun ke depan mungkin berbeda. Meski itu berarti simpatisan PKB akan berhadap-hadapan dengan simpatisan Gus Dur.

Bagaimanapun, Yenny dan kader-kader Gus Dur sudah menentukan sikap. Dan keputusan mereka jelas melalui pertimbangan yang matang. Realitas tersebut harus dipahami oleh semua pihak, terutama paslon nomor urut 1.

Masyarakat NU memang bebas memilih paslon mana pun. Tapi dalam Pemilu 2019 nanti, baik PKB maupun kader Gus Dur sama-sama punya daya pikat.

Mesin partai jelas akan dimaksimalkan oleh PKB, tapi magnet seorang Gus Dur tak bisa diremehkan. Apalagi selama beberapa tahun ini, putri-putri Gus Dur sibuk mengonsolidasikan kekuatan dari penerus perjuangan ayah mereka.

Kader-kader Gus Dur memang tidak menyeret komunitas Gusdurian ke ranah politik praktis. Tapi bagaimanapun, mereka tetap memiliki hak pilih, bukan?

 

Sumber foto: batam.tribunnews.com (https://goo.gl/uCGLW1)