Hasan al-Basri diseret ke penjara. Dan harus mendekam di dalamnya hingga berminggu-minggu. Tak jelas kesalahan apa yang sudah ia perbuat. Tapi pihak kerajaan memutus hukuman berat untuknya: cambuk.

Hari-hari menjelang eksekusi waliyullah itu tak berhenti berdoa. Siang dan malam air matanya bercucuran. Memohon belas kasihan. Bukan karena takut mati; ia berharap saat menghadap Tuhannya nanti diganjar kemuliaan. Sebagai syahid.

Baca juga: Kenapa Siswa Harus Menghormati Gurunya?

“Wahai Penolong saat aku memohon, Pembela saat aku dituduh, Pemelihara saat aku gelisah, Sahabat dalam kepenatanku, Pelindung atas nikmatku!

Wahai Tuhanku, Tuhan Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan keturunannya, Musa, Isa, dan semua Nabi! Wahai Tuhan Pemelihara Surat Maryam, Thaha, Thasin, Yasin, dan Al-Qur’an seluruhnya!

Wahai Tuhan yang membela Musa dari Fira’un, Muhammad dari pasukan sekutu, limpahkan shalawat bagi Muhammad dan segenap keluarganya yang baik, suci, dan mulia!

Anugerahilah aku dengan rasa cinta di hati Al-Hajjaj, kebaikan dan kebajikannya, serta hindarkan aku dari keburukan dan kejahatannya!”

Demikian Hasan al-Basri mengulang-ulang doanya. Hingga Allah mengabulkan dan ia lepas dari hukuman.

***

Doa adalah senjata orang yang beriman. Maknanya, dengan doa kita akan mampu mewujudkan apa pun harapan kita. Entah agar terhindar dari musibah atau berhasil meraih cita-cita.

Allah pun berkali-kali mengingatkan kita untuk berdoa. “Ud’uu nii astajib lakum, berdoalah pada-Ku niscaya akan Aku jawab doa-doamu!” demikian firman-Nya di dalam Al-Quran.

Karena kebutuhan manusia beragam maka doa-doa mereka juga beragam. Rasulullah dan para ulama kita memberi contoh doa-doa yang kita panjatkan itu, sesuai kebutuhan.

Apa saja contohnya?

Doa Agar Diberi Keturunan

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ

Robbi laa tadzarnii fardan wa anta khoirul waaritsiin.

“Ya Tuhanku, janganlah kau biarkan aku hidup seorang diri, dan engkau adalah sebaik-baik pewaris.”

Doa Agar Diberi Ampunan dan Kasih Sayang

اللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ، وَارْحَمْنِيْ، وَاهْدِنيْ، وَعَافِنِيْ، وَارْزُقْنِيْ

Alloohummaghfirlii warhamnii wahdinii wa’aafinii warzuqnii.

“Ya Allah ampunilah diriku, limpahilah kasih sayang, berilah petunjuk, kesehatan, dan rezeki.”

Doa Agar Terhindar dari Fitnah

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

Robbanaa laa taj’alnaa fitnatal lilqowmizh zhoolimiina wanajjinaa birohmatika minal qowmil kaafiriin.

“Ya Tuhan kami, janganlah Kau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari (tipu daya) orang-orang kafir.”

Doa Agar Terhindar dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَايُسْمَعُ

Alloohumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’u wa qolbin laa yakhsya’u wa ‘amalin laa yurfa’u wa du’aa`in laa yusma’u.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, amal baik yang tidak diterima, dan doa yang tidak diijabah.”

Sumber foto: https://goo.gl/bFM2PQ